Kata Jurnal ✧˖°.

❝ Setiap Kata Punya Cerita ❞

Masuk ke dalam Kepala Skizorfernia, Words on Bathroom Walls – Julia Walton (+Kutipan)

Novel karya Julia Walton ini akan membawamu masuk ke dalam isi kepalanya seorang cowok remaja yang menderita skizorfernia.

Ternyata orang yang menderita penyakit ini sulit sekali untuk beradaptasi dimana teman-temannya dan bahkan keluarganya sendiri takut dengan dirinya. Hanya karena penyakitnya ini, dia juga tidak mau pacarnya Maya mengetahui penyakitnya ini.

Di novel ada beberapa kutipan yang bagus ini dia:

“Kita tidak bisa menyalahkan orang lain atas satu penyakit. Meskipun seandainya aku menginginkannya. Itu hal paling bodoh yang pernah ku dengar. Apa kau benar-benar berpikir aku ini pecundang sampai-sampai butuh seseorang untuk di salahkan?,”

“Menceritakan dosa-dosa kita kepada orang lain … menceritakannya betul-betul, rasanya seperti mengakui bahwa kita tidak sempurna,”

“”Skizorfernia” adalah penyakit yang tidak bisa pergi. Tidak bisa membuatmu merasa normal. Dan tak pernah membiarkanmu tenang,”

“Aku tidak membuang waktu dengan merasa iba pada orang-orang yang mentalnya bermasalah, karena tidak inggin orang-orang membuang waktu dengan merasa iba padaku. Aku tidak butuh rasa iba mereka-itu tidak ada gunanya bagi siapa-siapa. Kami melihat dunia dengan cara berbeda dan membuat aturan-aturan sendiri. Itulah yang membuat semua orang takut. Mungim mereka iri. Tapi mungkin tidak,”

“Mereka bertindak berlebihan hingga mungkin membuat orang-orang di dekat mereka jadi tidak nyaman. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa mereka berbagi sesuatu yang indah. Pasti menyenangkan memiliki seseorang yang menunggu kita setiap kita pulang ke rumah. Seseorang yang sama-sama menunjukkan rasa sayangnya yang berlebihan,”

“Aku merasa bersalah membiarkannya mencintaiku. Aku tahu itu sebuah kejutan besar. Jangan bilang aku tidak seharusnya merasa seperti itu, dan demi Tuhan, jangan bilang padaku tak seorang pun “membiarkan” ada seseorang yang mencintainya. Karena aku sendiri melakukan itu. Aku membiarkannya mencintaiku seperti seorang gadis membiarkan seorang lelaki membelikan makan malam untuknya. Aku tidak melawannya. Aku menerima bahwa itu akan terjadi, aku hanya duduk diam dan membiarkannya. Karena aku lebih membutuhkan Maya dibanding membutuhkan apa pun,”

Thanks for reading !! ^^


Tinggalkan komentar