Kata Jurnal ✧˖°.

❝ Setiap Kata Punya Cerita ❞

Kaleng Baca adalah Free Street Library yang dimulai di Ubud, Bali. Buku dalam perpustakaan publik ini diletakkan dalam sebuah kaleng di area yang menjadi titik baca. Pengunjung bisa membaca buku secara gratis maupun menukarkan buku yang ia punya dengan buku yang ada di lokasi. Lokasi titik baca yang telah bekerjasama dengan Kaleng Baca, diantaranya Monkey Cave Ubud, Cafe des artistes Ubud, Eightea Bali, Rumah Tikus Tea & Slow Bar, Machinery cafe Pererenan dan Warung Nads Jimbaran.

Menurut Ali As sbagai founder, ide Kaleng Baca ini termasuk unik. “Mungkin sepertinya saat ini hanya kami yang punya konsep sesederhana itu,” katanya.

Ali pun menceritakan awal mula adanya kaleng baca karena banyaknya koleksi buku pribadi. “Kaleng Baca terbentuk sekitar setahun lalu, tapi ide dari perpustakaan kecil ini sudah sejak dari dulu, berawal dari banyaknya koleksi buku – buku bapak saya dan tidak ada tempat yang cukup di rumah kecil kami, lalu teman saya Mas Ari dan Mbak Boban membantu saya untuk merealisasikan ide perpustakaan saya dengan media kaleng, lalu lahirlah Kaleng Baca,” ceritanya.

instagram.com/kalengbaca

Walau masih bergerak secara mandiri namun ke depannya Kaleng Baca ingin melebarkan sayap ke sekolah-sekolah di Bali. “Untuk saat ini Kaleng Baca masih mandiri dan akan bekerja sama dengan Komunitas Tenggara yang nantinya akan ada di sekolah-sekolah di Bali atau pun di setiap Balai Banjar, doain ya semoga semesta mendukung,” harap Ali.

Jika ada yang ingin menyumbangkan buku, bisa langsung datang ke beberapa tempat yang ada Kaleng Baca, atau mengirimkan pesan ke instagram “kalengbaca”.


Tinggalkan komentar