Kata Jurnal ✧˖°.

❝ Setiap Kata Punya Cerita ❞

Workshop Ogoh-Ogoh Dorong Kreativitas Generasi Muda Badung, Bali

Badung, Kata Jurnal — Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menggelar workshop pembuatan ogoh-ogoh di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, pada Rabu, 26 November 2020. Kegiatan yang diikuti oleh Sekaa Teruna dan Yowana se-Badung tersebut diselenggarakan untuk menegaskan kembali bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni, melainkan juga memiliki nilai filosofis.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha, menjelaskan bahwa workshop menghadirkan beberapa narasumber, antara lain AA Gede Agung Rahma Putra, pendiri Pancer Langit; Marmar Herayukti, maestro ogoh-ogoh asal Denpasar; Nyoman Sungada, pematung es bertaraf internasional; serta Arif Suciawan, kreator ogoh-ogoh dari Badung.

“Pada workshop kali ini membahas empat materi utama. Pertama, teknik pembuatan ogoh-ogoh dari sisi konstruksi. Kedua, dari sisi karakter ogoh-ogoh. Kemudian ketiga, desain seninya. Serta terakhir, garapan keseluruhan karyanya nanti. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan para peserta,” ujar Sudarwitha.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung 2026 tetap berpedoman pada kriteria tahun 2025 namun diberikan sejumlah penyempurnaan, salah satunya pemakaian bahan ramah lingkungan serta keterlibatan undagi atau kreator lokal Badung.

Pada bagian lain, Sudarwitha kembali menekankan pentingnya disiplin peserta.
“Utamanya juga terkait dengan kedisiplinan peserta, agar betul-betul pembuatan ogoh-ogoh dibuat oleh Sekaa Teruna dan Yowana, kemudian arsitek atau undaginya adalah dari Kabupaten Badung. Dengan demikian, dapat bermakna dan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda, utamanya sekaa teruna dan yowana yang ada di kabupaten badung,” kata Sudarwitha.

Sementara itu, tema lomba tahun 2026 masih menggunakan “Bhandana Bhuhkala”, yang mengandung makna pemurnian sifat keraksaan menjadi kekuatan yang positif.
“Tema ini bermakna agar energi negatif disomia untuk dimanfaatkan sebagai energi positif yang digunakan dalam melaksanakan atau mangarungi kehidupan,” ucap Sudarwitha.

(Foto: Pemkab Badung)


Tinggalkan komentar