Jakarta, Kata Jurnal – Sesi Olympian Spotlight di Main Stage Indonesia Sport Summit menampilkan atlet panjat tebing putri asal Bali, Desak Made. Sosok yang bersinar di ajang Olimpiade 2024 ini hadir untuk membagikan pengalaman panjangnya dalam menekuni olahraga panjat tebing sejak usia 8 tahun.
Pada sesi tersebut, Desak menceritakan bagaimana pertama kali ia mengenal olahraga panjat tebing. Sejak awal belajar, Desak langsung diperkenalkan pada hal yang menurutnya merupakan prinsip utama dalam cabang olahraga tersebut, yakni keselamatan. “Panjat tebing itu aman, asal mengikuti prosedur keselamatan. Itu hal paling penting dan mendasar sejak pertama kali saya belajar,” ujar Desak.
Keseriusan Desak mulai terbangun ketika ia mengikuti Pekan Olahraga Pelajar di Bali. Saat itu ia mewakili Kabupaten Buleleng, dan keberhasilannya meraih juara serta mendapatkan insentif membuatnya semakin yakin untuk terus menekuni panjat tebing. Pengalaman tersebut menjadi titik awal yang memperkuat motivasinya untuk terus berkembang. Setelah itu, Desak menjalani banyak turnamen panjat tebing dan tampil mewakili Provinsi Bali di berbagai kompetisi.
Perjalanan panjang tersebut mencapai salah satu pencapaian terpenting ketika pada tahun 2020, Desak resmi menjadi bagian dari Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia. Ia memandang kesempatan itu sebagai momentum yang semakin menegaskan tekadnya untuk berprestasi lebih jauh di kancah nasional maupun internasional.
Dalam sesi tersebut, Desak juga menekankan bahwa panjat tebing adalah olahraga yang dapat dipelajari siapa pun, termasuk para pelajar di sekolah. Ia menilai tidak pernah ada kata terlambat untuk mencoba.
“Yang penting ada kemauan. Panjat tebing memang belum sepopuler olahraga lain, tapi peluang prestasinya sangat besar,” kata Desak, memberikan dorongan bagi generasi muda untuk tidak ragu mencoba olahraga ini.
Di akhir sesi, Desak kembali menegaskan bahwa panjat tebing telah menjadi jalan yang membawanya mengejar mimpi. Ia menutup pembicaraan dengan pesan motivatif yang telah menjadi prinsip hidupnya. “Raih impian setinggi mungkin, tetap disiplin, dan jangan pernah menyerah,” tutupnya.
(Foto: Kemenpora)

