Badung, Kata Jurnal – Rangkaian HUT ke-57 Sabha Yowana Desa Adat Dalung berlangsung meriah melalui penyelenggaraan Lomba Tari Condong, Makendang Berpasangan, dan Topeng Keras yang dilaksanakan pada Sabtu, 8 November 2025, hingga Minggu, 9 November 2025, di Wantilan Widya Mandala Utama Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung. Acara ini dihadiri Bendesa Adat Dalung Nyoman Widana beserta prajuru, Ketua Sabha Yowana Gede Arya Putra Pratama, jajaran juri, peserta dari berbagai daerah di Bali, serta masyarakat yang memberikan dukungan antusias.
Salah satu rangkaian utama adalah Lomba Tari Condong Se-Bali yang digelar pada Minggu, 9 November 2025. Suasana panggung dipenuhi penari cilik yang tampil percaya diri mengenakan busana adat tari, sementara penonton dan keluarga memberikan dukungan yang menambah kehangatan perayaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan dan kecintaan mereka terhadap seni tari klasik Bali.
Ketua Sabha Yowana, Gede Arya Putra Pratama, menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta. “Kami sangat senang dapat menghadirkan Lomba Tari Condong sebagai salah satu mata lomba serangkaian HUT ke-57 Sabha Yowana Desa Adat Dalung. Antusiasme peserta dari berbagai wilayah di Bali menunjukkan bahwa seni tari masih sangat dicintai,” ujarnya.
Selain menyoroti semangat peserta, Arya juga menekankan pentingnya pelestarian budaya melalui kegiatan seni. Pada kesempatan berbeda ia menambahkan, “Harapan kami, melalui kegiatan ini, generasi muda semakin terpacu melestarikan seni budaya Bali dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat,” katanya.
Tidak hanya Tari Condong, lomba Makendang Berpasangan dan Topeng Keras juga menarik minat masyarakat. Penataan teknis berjalan lancar dengan persiapan panitia yang rapi. Salah satu orang tua peserta, Resya, memberikan apresiasi. “Kami datang dari jauh agar anak bisa ikut berpartisipasi dalam lomba Tari Condong ini. Panitianya sangat rapi mempersiapkan acara, mulai dari registrasi, ruang tunggu peserta, hingga urutan tampil,” ujarnya.
Sementara itu, peserta Topeng Keras, Bli Putu, merasa puas dengan fasilitas yang disiapkan panitia. “Ruang peserta disiapkan dengan sangat baik, bersih, dan bergabung dengan peserta lainnya sehingga memberikan ruang untuk kami mengenal satu sama lain,” pungkasnya.
Keseluruhan rangkaian lomba ini menjadi bukti komitmen Sabha Yowana Desa Adat Dalung dalam menghadirkan kegiatan seni budaya yang berkualitas dan inklusif. Dengan dukungan masyarakat, desa adat, serta seluruh pihak yang terlibat, kegiatan HUT ke-57 ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga wadah pembinaan dan pelestarian budaya Bali bagi generasi muda.
(Foto: Pemkab Badung)

