Pathum Thani, Kata Jurnal – Indonesia memastikan satu pasangan melaju ke partai puncak ganda putri SEA Games 2025 yang berlangsung di Pathum Thani, 13 Desember 2025. Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari melangkah ke final, sementara Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengamankan medali perunggu.
Pada babak semifinal, Febriana/Meilysa tampil dominan saat menghadapi wakil Vietnam, Bui Bich Phuong/Vu Thi Trang, dan menang dua gim langsung dengan skor 21-10, 21-9. Usai pertandingan, Febriana Dwipuji Kusuma mengatakan, “Hari ini alhamdulillah kami bisa bermain dengan baik. Memang kan lawannya adalah pemain tunggal tapi kami tetap tidak boleh meremehkan karena di lapangan semua bisa terjadi.”
Kemenangan tersebut membawa Febriana/Meilysa kembali ke final. Febriana menyebut perjalanan timnya belum selesai dan persiapan tetap harus dimatangkan. “Senang bisa kembali ke final tapi perjalanan belum selesai. Kami mau bersiap lagi ke laga final. Akan jadi pertemuan keempat dengan Pearly/Thinaah,” ujarnya. Ia juga menambahkan rasa syukur karena laga dapat diselesaikan cepat sehingga membantu proses pemulihan. “Bersyukur juga bisa menyelesaikan laga hari ini dengan dua gim langsung jadi kami bisa cepat recovery,” kata Febriana.
Sementara itu, Meilysa Trias Puspitasari menilai konsistensi permainan menjadi kunci kemenangan di semifinal. “Tadi kami main tidak mengendurkan serangan, fokus terus satu poin demi satu poin. Tidak membiarkan lawan berkembang,” ucapnya.
Di semifinal lainnya, Rachel/Febi harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Pertandingan berlangsung ketat hingga tiga gim dan berakhir dengan skor 14-21, 21-19, 16-21. Hasil tersebut memastikan Rachel/Febi meraih medali perunggu.
Rachel Allessya Rose mengungkapkan rasa syukur dapat menyelesaikan laga tanpa cedera. “Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apapun dari pertandingan hari ini. Tadi di awal-awalnya kami terlalu banyak buang poin di startnya, terlalu banyak mati sendiri,” ujarnya. Ia menambahkan, “Banyak pelajaran yang kami dapat, medali perunggu ini jadi tambahan untuk jadi lebih baik.”
Febi Setianingrum menilai laga tersebut menjadi pembelajaran penting, terutama dalam menjaga fokus pada poin-poin akhir. “Ini pelajaran buat kami untuk tidak mudah hilang fokus menjelang poin-poin akhir dan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Kami harus lebih tahan,” kata Febi, seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan meski belum berhasil melaju ke final.
(Foto: PBSI)

