Nuanu Hadirkan Santap VR Michelin Eksperimental di Bali

Tabanan, Kata Jurnal — Nuanu Creative City menghadirkan pengalaman bersantap berbasis virtual reality Michelin pertama di Asia Tenggara melalui kolaborasi dengan EPIC NOW. Program ini berlangsung di Luna Beach Club, Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, dan mulai diperkenalkan pada 7 Januari 2026.

“Nuanu diciptakan sebagai ruang di mana berbagai disiplin dapat saling bertemu tanpa kehilangan identitasnya,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City. Ia menambahkan, “Kolaborasi dengan EPIC NOW mencerminkan cara kami memandang budaya sebagai proses kolaboratif yang menghargai karya, para kreator, dan audiens.”

Pengalaman bersantap ini memadukan kuliner, teknologi, dan cerita visual dalam satu format yang imersif. Setiap sesi disajikan secara intim dengan kapasitas terbatas, di mana setiap sesi hanya diikuti oleh 20 tamu. Pendekatan ini memungkinkan perhatian detail pada setiap elemen, mulai dari rasa, presentasi, hingga suasana yang menyertainya.

Dipimpin oleh chef asal Jepang peraih pengakuan Michelin, Kazushige Suzuki, pengalaman ini menggabungkan kuliner fusi Jepang–Bali dengan teknologi virtual reality. Para tamu diajak memasuki delapan dunia VR berbeda, dengan visual dan atmosfer yang dirancang selaras dengan hidangan yang disajikan, membentuk narasi yang mengalir dari awal hingga akhir.

“Pengalaman ini dibangun di atas perhatian,” ujar tim EPIC NOW. Mereka menegaskan, “Visual, suara, dan tempo dirancang untuk mendukung hidangan, bukan mengalihkan perhatian dari esensi bersantap itu sendiri.”

Pengalaman bersantap ini berlangsung secara eksklusif di Elysium, Luna Beach Club, sebuah venue dengan arsitektur kaca dan bambu yang menghadap langsung ke laut lepas. Ruang tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang imersif dan terkurasi dengan cermat.

Di tingkat global, tren immersive dining telah berkembang di berbagai kota seperti New York dan Tokyo. Dalam konteks ini, teknologi VR digunakan bukan untuk menggantikan pengalaman bersantap, melainkan untuk memperdalam keterlibatan indera dan memperkaya cara menikmati hidangan.

“Pengalaman ini dibangun di atas perhatian,” ujar tim EPIC NOW. Mereka kembali menekankan bahwa seluruh elemen visual dan audio dirancang selaras dengan ritme hidangan yang disajikan.

Para tamu dapat memilih dari empat tingkatan pengalaman, mulai dari Discovery Experience hingga VIP Experience yang mencakup pairing minuman terkurasi serta elemen menu eksklusif. Selain itu, tersedia pula opsi pemesanan privat untuk grup kecil, yang ditujukan bagi perayaan maupun momen khusus.

Dengan format yang dirancang secara matang dan kapasitas terbatas, VR Michelin Dining Experience menempatkan Bali sebagai bagian dari perkembangan gastronomi eksperimental di Asia Tenggara, sekaligus menegaskan peran Nuanu Creative City sebagai ruang eksplorasi lintas seni, budaya, dan teknologi.

(Foto: EPIC NOW)


Tinggalkan komentar