Tabanan, Kata Jurnal — Selama sepuluh hari pelaksanaan pada 20 hingga 29 Maret 2026, Nuanu Cultural Week menghadirkan rangkaian program budaya yang mempertemukan ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara dalam satu ruang yang terbuka dan partisipatif. Kegiatan ini berlangsung di Nuanu Creative City dan menjadi bagian dari momen libur Lebaran yang memperkuat kebersamaan serta pertemuan lintas komunitas.
“Nuanu Cultural Week kami rancang sebagai ruang di mana budaya tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dialami dan dibagikan,” ujar Iva Astari Prabda, Brand and Communications Director Nuanu Creative City. “Di momen seperti Lebaran, ketika banyak orang berkumpul dan bepergian, kami melihat pentingnya menghadirkan ruang yang dapat menghubungkan berbagai latar belakang melalui pengalaman yang berakar pada budaya.”
Diselenggarakan di berbagai area Nuanu Creative City, program ini menghadirkan beragam pertunjukan, workshop, serta aktivitas komunitas yang berakar pada budaya Bali dan diperkaya oleh ekspresi budaya Indonesia yang lebih luas. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan seperti Kecak, gamelan, hingga qasidah dan hadrah yang menghadirkan berbagai tradisi secara berdampingan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Nuanu Social Fund juga menggelar kompetisi budaya untuk anak muda pada 26 hingga 28 Maret yang melibatkan 47 partisipan dari berbagai sekolah dan komunitas seni di Bali. Lomba seperti Megenjekan, Mejangeran, Tari Baris, dan Tari Condong menjadi ruang partisipasi aktif generasi muda dalam praktik budaya.
“Nuanu Cultural Week kami rancang sebagai ruang di mana budaya tidak hanya ditampilkan,” lanjut Iva Astari Prabda, “tetapi juga dialami dan dibagikan.”
Atmosfer yang tercipta selama program mencerminkan keberagaman latar belakang pengunjung, mulai dari keluarga yang menghabiskan libur Lebaran di Bali, komunitas lokal, hingga wisatawan internasional. Pertemuan ini menghadirkan pengalaman bersama yang memperkuat hubungan antara budaya, komunitas, dan publik.
“Di momen seperti Lebaran, ketika banyak orang berkumpul dan bepergian, kami melihat pentingnya menghadirkan ruang yang dapat menghubungkan berbagai latar belakang,” kata Iva Astari Prabda.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, Nuanu Creative City menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inisiatif yang membuka ruang pertukaran budaya yang inklusif, sehingga tradisi tetap hidup, berkembang, dan relevan bagi generasi masa kini maupun mendatang.
(Foto: Nuanu)

