Kata Jurnal ✧˖°.

❝ Setiap Kata Punya Cerita ❞

Kolaborasi Seni Indonesia–Australia Lewat Pemutaran Film ROOTS

Perth, Kata Jurnal — Pemutaran film dokumenter fiksi ROOTS di Bali menghadirkan peluang baru bagi kerja sama pertukaran seniman Indonesia dan Australia. Antusiasme penonton, khususnya dari kalangan seniman, mendorong eksplorasi lebih jauh terhadap pesan yang disampaikan dalam film tersebut.

“Pemutaran film ROOTS bukan sekedar memperlihatkan tentang isi film saja, tapi merupakan jembatan untuk membuka peluang bersama membangun komunikasi dalam kerangka diplomasi seni dan budaya yang nantinya dapat menyumbangkan kekayaan pemikiran dan kreativitas masing-masing seniman baik Indonesia maupun Australia”.

Hal tersebut disampaikan oleh Yudha Bantono selaku project director, yang melihat adanya respons positif dari audiens terhadap film ROOTS. Ia menilai, pemutaran ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga membuka ruang dialog antar seniman lintas negara.

Film karya Michael Schindhelm ini mengangkat perjalanan sejarah Bali melalui kisah Walter Spies. Cerita yang disusun secara faktual tersebut merekam dinamika Bali selama seratus tahun, termasuk masa awal berkembangnya pariwisata dan keterlibatan tokoh dunia seperti Charlie Chaplin.

Pemutaran “ROOTS One Hundred Years Walter Spies” berlangsung di Underscore Gallery & Studio pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini turut menjadi wadah bagi seniman untuk memahami perjalanan sejarah dan sosial budaya Bali secara lebih mendalam.

“Pemutaran film ROOTS bukan sekedar memperlihatkan tentang isi film saja, tapi merupakan jembatan untuk membuka peluang bersama membangun komunikasi dalam kerangka diplomasi seni dan budaya yang nantinya dapat menyumbangkan kekayaan pemikiran dan kreativitas masing-masing seniman baik Indonesia maupun Australia”.

Yudha juga menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara dan penonton atas dukungan yang diberikan melalui berbagai platform, termasuk media sosial. Ia menekankan pentingnya membangun ruang dialog sebagai upaya saling memahami latar sosial dan budaya masing-masing.

Kedekatan antara Bali dan Perth disebut menjadi salah satu faktor pendukung kolaborasi, terutama karena tingginya mobilitas kunjungan masyarakat antara kedua wilayah tersebut.

“Pemutaran film ROOTS bukan sekedar memperlihatkan tentang isi film saja, tapi merupakan jembatan untuk membuka peluang bersama membangun komunikasi dalam kerangka diplomasi seni dan budaya yang nantinya dapat menyumbangkan kekayaan pemikiran dan kreativitas masing-masing seniman baik Indonesia maupun Australia”.

Setelah kegiatan pemutaran, Yudha melanjutkan agenda di Perth dengan mengunjungi berbagai pihak dalam ekosistem seni. Pengalaman dalam membangun jejaring internasional menjadi modal untuk mendorong terwujudnya proyek seni berkelanjutan antara Bali dan Perth di masa mendatang.


Tinggalkan komentar