Tabanan, Kata Jurnal – Nuanu memperkenalkan Sutala Market sebagai kawasan kuliner dan lifestyle yang dirancang menghadirkan standar baru bagi pengalaman gastronomi di Bali. Menggabungkan konsep kuliner lokal dan internasional dalam satu kawasan, Sutala Market dirancang menjadi ruang berkumpul yang mempertemukan kuliner, budaya, kreativitas, dan komunitas dalam satu pengalaman terpadu.
Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, mengatakan, “Destinasi kuliner yang tepat dapat menjadi penggerak utama pariwisata, pertumbuhan bisnis, dan pertukaran budaya. Kami memiliki strategi sederhana untuk Sutala Market yang mencerminkan pendekatan Nuanu terhadap para residen dan pengunjung, yaitu membangun kebersamaan melalui keberagaman.”
Sutala Market dijadwalkan melakukan soft launch pada kuartal IV 2026. Kawasan seluas 17.000 meter persegi di Nuanu Creative City tersebut diproyeksikan menjadi salah satu dari lima destinasi gastronomi terbaik di Asia Tenggara dengan menghadirkan pengalaman imersif yang memadukan inovasi, keahlian, serta keberagaman cita rasa Indonesia dan dunia.
Sebanyak lebih dari 50 tenant gastronomi dan lifestyle yang telah dikurasi akan mengisi kawasan tersebut, terdiri atas 34 konsep kuliner dan 22 tenant lifestyle serta ritel. Ruang komersial seluas 20 hingga 262 meter persegi disiapkan sebagai wadah bagi chef ternama, pengrajin independen, dan talenta baru untuk menghadirkan perpaduan gastronomi, ritel, dan budaya.
Lev mengatakan, “Kami ingin Sutala menjadi tempat yang mempertemukan semua orang—residen, pengunjung, maupun masyarakat luas—untuk menikmati hidangan, saling terhubung, dan merasakan pusat kuliner di Nuanu. Yang lebih penting, kami ingin Sutala Market dapat meningkatkan kualitas hidup para residen kami, dan menemukan mitra yang memiliki visi yang sama merupakan perjalanan yang sangat berarti bagi kami.”
Ia juga menambahkan, “Sebagai proyek infrastruktur terbesar, Sutala Market kami bangun dengan perhatian penuh terhadap perencanaan kawasan, baik dalam konteks Nuanu Creative City maupun lingkungan di sekitarnya. Fokus kami jelas, kami tidak hanya mencari satu, tetapi lebih dari 30 restoran terbaik untuk hadir di sini, karena hanya dengan cara itulah kami dapat menghadirkan keberagaman dalam kualitas terbaik.”
Menjelang soft launch, Sutala Market membuka kesempatan bagi restoran lokal maupun internasional untuk bergabung. Kawasan ini menawarkan berbagai keuntungan bagi tenant, mulai dari masa fit-out hingga enam bulan tanpa kewajiban membayar sewa, struktur biaya sewa minimum yang kompetitif, skema revenue sharing, dukungan operasional dan pemasaran menyeluruh, hingga akses ke pengunjung yang telah terbentuk melalui komunitas residen Nuanu, jutaan pengunjung setiap tahun, berbagai acara sepanjang tahun, dan beragam atraksi budaya.
Direktur Sutala Market, Conrad, mengatakan, “Di Sutala Market, kami memandang para tenant restoran sebagai mitra jangka panjang. Kami percaya bahwa destinasi yang kuat dibangun bersama para mitranya. Karena itu, kami membangun model kemitraan yang memungkinkan semua pihak bertumbuh secara berkelanjutan.”
Conrad menambahkan, “Mulai dari menghadirkan perpaduan konsep kuliner yang tepat, menjalankan pemasaran destinasi secara menyeluruh, hingga mengelola kawasan secara terpadu, peran kami adalah menciptakan lingkungan yang mendukung setiap operator untuk berkembang. Ketika para tenant menghadirkan pengalaman terbaik bagi para pengunjung, Sutala Market akan tumbuh menjadi destinasi kuliner yang semakin kuat dan relevan.”
Seiring jutaan wisatawan yang terus datang ke Bali setiap tahun, gastronomi berkembang menjadi salah satu identitas utama pulau tersebut. Sutala Market dibangun untuk menyatukan talenta kuliner terbaik dunia, inovasi lokal, dan pengalaman yang diharapkan semakin memperkuat posisi Bali sebagai salah satu destinasi gastronomi terdepan di dunia.
(Foto: Nuanu Creative City)

