Ini adalah beberapa lagu anak-anak versi Inggris yang mengandung cerita seram bagian keempat.
Baa Baa Black Sheep
Lirik lagu Baa Baa Black Sheep, “Baa, baa, black sheep Have you any wool? Yes, sir, yes, sir
Three bags full One for the master And one for the dame One for the little boy Who lives down the lane,”.
Jika di terjemahkan, lagu ini menceritakan tentang seseorang yang bertanya kepada domba hitam soal berapa banyak wol yang dimilikinya. Selanjutnya, domba tersebut menjawab kalau dia punya 3 tas penuh wol yang bisa dibagikan untuk tuan, nyonya, dan anak kecil di jalan kecil. Lagu ini pun diiringi dengan instrumen yang menyenangkan, sehingga orang tidak menyangka ada kisah menyedihkan dibaliknya. Dalam versi lagu aslinya, lirik lagu ini sebenarnya adalah “tidak ada sisa sedikit pun untuk anak gembala yang tinggal di ujung jalan,”.
Ternyata ini menceritakan tentang perdagangan budak dan anak-anak kulit hitam di Atlantik yang bertepatan dengan perdagangan wol di abad pertengahan. Menurut teori lainnya, lagu ini menceritakan tentang pajak wol di abad pertengahan, yang dikenakan pada abad ke 13 oleh Raja Edward I. Sepertiga dari biaya wol per karung di bayarkan pada raja, sepertiga lagi untuk gereja dan yang terakhir untuk si peternak. Domba hitam pun dianggap sebagai kesialan karena bulu-bulu mereka tidak dapat diwarnai, sehingga kurang menguntungkan bagi peternak
Jimmy Crack Corn
Mengenai kisah perbudakan juga, lagu Jimmy Crack Corn yang memiliki lirik, “Jimmy crack corn and I don’t care, Jimmy crack corn and I don’t care, Jimmy crack corn and I don’t care, My master’s gone away.” ini mengisahkan tentang seorang budak yang tidak bahagia.
Menariknya, lagu ini merupakan penggalan lagu dari lagu asli berjudul “Blue Tail Fly” yang pertama ditulis pada tahun 1840. ‘Blue tail fly’ sendiri merupakan lalat penghisap darah yang biasanya mewabah di wilayah pertanian.
Seperti yang disebutkan di atas, lagu ini menceritakan tentang seorang budak yang tidak bahagia dengan hidupnya. Dirinya, sehari-hari dia melayani tuannya dan mengikuti sang tuan yang sedang berkuda sambil mengusir lalat-lalat penghisap darah yang beterbangan di sekitar tuannya itu. Pada saat itu, seekor lalat menggigit kuda yang dikendarai oleh sang tuan sehingga kuda itu pun kaget dan melompat yang menyebabkan sang tuan jatuh dan terbunuh.
Row Row Row Your Boat
“Row, row, row your boat Gently down the streamMerrily merrily, merrily, merrily Life is but a dream,”. Lirik lagu anak yang satu ini cukup terkenal namun tidak memiliki unsur seram. Ternyata keseramannya berasal dari sejarah di baliknya.
lagu yang sempat menjadi kontroversi di Amerika Serikat ini ternyata diciptakan di tengah maraknya perbudakan di Amerika Serikat. Hal ini terlihat juga pada video lagu Row Row Row Your Boat yang pertama kali diciptakan, terlihat beberapa karakter kartun berkulit hitam dengan wajah yang tidak realistis.
Lagu Lainnya
Tidak hanya ini saja, dilihat dari situs berita Inggris, bbc.com, ternyata ada beberapa lagu lainnya yang mengandung unsur seram. Ini adalah beberapa lagunya,
Lagu “Oranges and Lemons” menginspirasi suatu permainan anak-anak di mana mereka berusaha menghindar agar tidak tertangkap oleh ‘kapak si algojo’ ketika ‘Chop! Chop! Chop!’ diteriakkan. Oranges and Lemons menceritakan tentang narapidana laki-laki yang sedang menuju tempat eksekusi – “Inilah kapak/Untuk memotong kepalamu!” – mengelilingi gereja-gereja terkenal di London: St Clemens, St Martins, Old Bailey, Bow, Stepney dan Shoreditch.
Lagu Pop Goes The Weasel mengungkapkan kenyataan tentang kemiskinan, rumah gadai, upah minimum –dan pemukulan di Eagle Tavern di jalanan kota London. Lagu Ring a Ring o Roses atau Ring Around the Rosie, menceritakan tentang wabah besar pada tahun 1665 di London: “rosie” menjadi ruam berbau busuk yang tumbuh di kulit penderita penyakit pes, bau busuk yang perlu disamarkan dengan “sekantung penuh bunga”. Diketahui, wabah pes ini menewaskan 15% populasi di Inggris, sehingga “atishoo, atishoo, kita semua jatuh (mati).”
Lagu Goosey Goosey Gander merupakan kisah tentang penyiksaan atas nama agama, tetapi dari sisi sebaliknya: lagu itu menceritakan ketika para imam Katolik harus mengucapkan doa-doa berbahasa Latin yang dilarang secara diam-diam –bahkan di dalam rumah mereka sendiri. Lagu Ladybird, Ladybird juga tentang orang-orang Katolik di abad 16 pada masa kekuasaan Protestan di Inggris dan para imam yang dibakar di tiang karena keyakinan mereka. Terakhir lagu Lucy Locket bercerita tentang pertengkaran antara dua orang pelacur yang legendaris di abad 18.
Thanks for reading !! ^^

