Ini adalah beberapa lagu anak-anak versi berbahasa Inggris yang mengandung cerita seram bagian ketiga.
Jack and Jill
Lagu yang dibuat di tahun 1765 ini memiliki lirik, “Jack and Jill went up the hill To fetch a pail of water Jack fell down and broke his crown, And Jill came tumbling after,”. Menurut teori yang paling terkenal, lagu ini menceritakan tentang Raja Louis XVI dan Marie Antoinette yang dijatuhi hukuman penggal kepala dikarenakan terbukti bersalah atas kasus korupsi.
Teori lainnya menyatakan jika lagu ini menceritakan tentang Raja Charles I yang ingin menerapkan pajak. Pajak ini ditetapkan untuk volume barang dagang yang berbentuk cair seperti susu dan minyak. Hak ini diajukan kepada parlemen yang menolak usul ini, Raja Charles I.
Selanjutnya, dirinya mengusulkan untuk volume seperempat dan setengah liter barang dagang dikurangi takarannya. Hal ini dilakukan agar pajaknya tidak naik sehingga kerajaan tetap mendapatkan pajak. Pengukuran seperempat liter ini kemudian dikenal sebagai Gill dan setengah liter, dikenal sebagai Jack. Bahkan hingga saat ini, terdapat banyak gelas ukur di Inggris yang masih menggunakan tanda bergambar mahkota untuk pengukuran setengah liter.
Blow The Man Down
Lagu ini merupakan lagu yang menceritakan kehidupan pelaut pada abad ke 19. Menurut beragam informasi, lagu ini memiliki beberapa versi lirik, salah satunya adalah lirik berikut, “Come all ya young fellers that follow the sea, With a yo ho! Blow the man down, Now just pay attention and listen to me, Give me some time to blow the man down. Aboard the Black Baller I first served my time, With a yo ho! Blow the man down, But on the Black Baller I wasted my time, Give me some time to blow the man down.”
Lirik tersebut yang menyebutkan Black Baller, yang merupakan nama sebuah kapal. Bukan sembarang kapal, kapal ini ternyata di desain dengan kecepatan tinggi. Namun sayangnya, kapal ini pun dikenal dengan kelakuan kasar para kru kapal yang dilakukan terhadap pelayar yang baru bergabung. Ternyata arti mengerikan dari “Blow the man down” adalah pukul dia dengan kepalan tanganmu sampai dia jatuh tersungkur. Hal ini menjadikan lagu ini tidak pantas untuk dinyanyikan oleh anak-anak.
She’ll Be Coming ‘Round the Mountain
Berikut lirik lagunya, “She’ll be coming round the mountain when she comes (2x) She’ll be coming round the mountain (2x) She’ll be coming round the mountain when she comes. Singing ‘ay, ay, yippee, yippee ay!’ Singing ‘ay, ay, yippee, yippee ay!’ Singing ‘ay, ay, yippee, ay, ay, yippee!’ Singing ‘ay, ay, yippee, yippee ay!’ She’ll be driving six white horses when she comes (2x) She’ll be driving six white horses, (2x) She’ll be driving six white horses when she comes.“
Lagu berjudul She’ll be coming round the mountain ini merupakan aransemen original dari lagu yang populer pada jaman perbudakan silam yang berjudul “When The Chariot Comes”. Jika kita telaah, ternyata kedua lagu ini memiliki struktur lagu, melodi, dan bahkan satu kalimat sama yang sering diulang di dalam lagu, yaitu “when she comes”.
Lirik lagu originalnya adalah “King Jesus, he’ll be driver when she comes”, mengartikan bahwa Tuhan Yesus akan kembali ke bumi dengan mengendarai sebuah kereta kuda. Kata ‘she’ pada kalimat “when she comes” mewakilkan kereta kuda tersebut. Jadi lagu ini menceritakan tentang hari kiamat.
Thanks for reading !! ^^

