Kata Jurnal ✧˖°.

❝ Setiap Kata Punya Cerita ❞

Tabanan, Kata Jurnal — Nuanu Creative City kembali menggelar Art & Bali untuk kedua kalinya pada 11–13 September 2026 di Tabanan, Bali. Gelaran seni tersebut menghadirkan 23 galeri dan ruang seni serta lebih dari 300 seniman dari Indonesia dan sejumlah negara.

Art & Bali 2026 dibuka secara resmi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Berbeda dari pameran seni konvensional yang terpusat di dalam gedung, kegiatan tahun ini digelar di kawasan Nuanu Creative City seluas 44 hektare dengan memadukan presentasi galeri, instalasi seni, pertunjukan, dan program publik.

Salah satu agenda utama adalah pameran “What The Body Remembers” yang dikuratori Bandana Tewari dengan Brina Paska sebagai assistant curator. Pameran tersebut mempertemukan 26 desainer dan kreator dari India dan Indonesia melalui eksplorasi kain, pewarnaan, tenun, serta berbagai teknik kriya.

Pameran yang dibuka pada 11 September itu dapat dikunjungi publik hingga 29 November 2026 di Labyrinth Art Gallery, Nuanu Creative City.

Art & Bali 2026 juga menghadirkan peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Spanyol, Italia, Swiss, dan Amerika Serikat. Beberapa di antaranya Agung Rai Fine Art Gallery, G13 Gallery, Grey Art Gallery, Sangkring Art Space, Santrian Art Gallery, Superlative Gallery, TONYRAKA Art Gallery, serta RUANG//.

Selain pameran, Art & Bali menggelar Nuanu Future Talks: Fashion & Art pada hari pembukaan. Program tersebut menghadirkan lebih dari 20 pembicara dalam enam sesi diskusi yang membahas kepemilikan budaya, hubungan seni dan mode, kriya dan material, teknologi, serta masa depan budaya kreatif di Asia.

Sejumlah pembicara yang hadir antara lain Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar, kurator Bandana Tewari, CEO GCM Group dan Chairwoman Jakarta Fashion Week Svida Alisjahbana, pendiri Raw Mango Sanjay Garg, Co-Founder dan Creative Director TOTON The Label Toton Januar, serta CEO Nuanu Creative City Lev Kroll.

“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa di bidang seni, mode, kriya, dan desain. Peluang yang kita miliki saat ini adalah membangun hubungan yang lebih kuat antara berbagai praktik tersebut, audiensnya, dan pasar yang lebih luas,” kata Irene Umar.

Founding Director Art & Bali Kelsang Dolma mengatakan penyelenggaraan tahun kedua merupakan kelanjutan dari hubungan yang mulai dibangun pada edisi perdana pada 2025.

“Edisi kedua ini merupakan kelanjutan dari hubungan-hubungan yang mulai terbangun tahun lalu. Art & Bali tetap berakar di Bali, sembari membuka ruang yang lebih luas bagi galeri, seniman, dan para kreator dari berbagai tempat untuk bertemu di sini,” ujar Kelsang.

Sementara itu, CEO Nuanu Creative City Lev Kroll mengatakan Art & Bali diarahkan menjadi platform yang mempertemukan seni, industri kreatif, dan pembangunan.

“Melalui Art & Bali, kami ingin mengarahkan perhatian internasional yang dimiliki Bali kepada kekuatan seni Indonesia, sekaligus mempererat hubungan antara industri kreatif dan pembangunan,” ujarnya.

Art & Bali mengusung tema “Bridging Dichotomies”, yang mempertemukan berbagai praktik dan gagasan seperti tradisi dan modernitas, alam dan teknologi, serta kriya dan pasar.

Art & Bali 2026 berlangsung pada 11–13 September 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan, Bali. Informasi mengenai tiket dan program tersedia melalui situs resmi Art & Bali.


Tinggalkan komentar